Senin, 27 September 2010

Manajement Proyek & Resiko

 1. Manajemen Proyek
Manajemen Proyek adalah kegiatan yang merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi yang menggunakan personil untuk ditempatkan pada tugas tertentu dalam proyek untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu.
Hal pertama yang harus dianggap sebagai manajemen proyek adalah bahwa proyek ini diantarkan dengan batasan yang ada. Hal kedua adalah kemungkinan terbaik distribusi sumber daya. Manajemen proyek adalah seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai selesai.
Tujuannya adalah suatu proyek biasanya mempunyai suatu aktivitas yang berlangsung dalam waktu tertentu dengan hasil akhir tertentu. Proyek dapat dibagi dalam sub-sub pekerjaan yang harus diselesaikan untuk memcapai tujuan proyek secara keseluruhan.

2. Manajemen Resiko
Manajemen Resiko adalah suatu kegiatan mengidentifikasi, menganalisa, merespon kemungkinan resiko yang akan terjadi selama proses proyek yang berlangsung dapat mengancam pencapaian tujuan suatu proyek. Suatu manajemen resiko mempunyai tujuan untuk meminimalkan resiko yang akan terjadi dalam suatu proyek.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan manajemen resiko :
Ø Memikirkan resiko sebelum teknis kerja diawali
Ø Memperkirakan probabilitas resiko yang mungkin terjadi
Ø Mengidentifikasi resiko-resiko yang munkin terjadi
Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
1. risiko spekulatif, dan
2. risiko murni.
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Risiko spekulatif pun kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis(business risk). Contohnya seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif.
Risiko murni adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderita kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu.
Contoh Manajemen Proyek dan Resiko :
1. Proyek Pembangkit Listrik
Proyek pembangkit listrik termasuk proyek yang besar karena proyek ini digunakan untuk menerangi rumah, jalan, kota, dll. Jika tidak ada listrik dimana-mana pasti akan gelap, karena itu proyek pembangkit listrik ini sangat berpengaruh besar. Jenis-jenis pembangkit listrik di Indonesia yaitu pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU). Tapi proyek ini memiliki resiko yaitu jika salah satu pembangkit listrik terjadi kebakaran maka akan terjadi pemadaman listrik dalam jangka waktu lumayan lama.
2. Proyek Pembuatan Jalan Tol
Proyek pembuatan jalan tol ini termasuk proyek yang besar. Proyek jalan tol ini dibuat untuk menanggulangi kemacetan walaupun sampai sekarang belum maksimal juga mengatasi kemacetan. Salah satu proyek pembuatan jalan tol yaitu jalan tol padaleunyi, jalan tol ini harus dibuat dengan perhitungan yang benar karena struktur tanah yang labil dan mudah longsor dan jalannya pun yang naik turun. Resiko proyek ini yaitu jika perhitungannya tidak benar atau tanah yang berada di bawahnya longsor akan terjadi amblesnya jalan tol tersebut dan mengakibatkan kecelakaan.
3. Proyek Pembuatan Jembatan
Proyek pembuatan jembatan ini termasuk proyek yang besar. Proyek pembuatan jembatan ini dibuat untuk menyebrangi kali atau sungai dan laut. Salah satu contohnya pembuatan jembatan Suramadu, jembatan ini adalah jembatan untuk menyebrangi laut dari Surabaya ke Madura maupun sebaliknya, jembatan ini harus dirancang dengan baik dan diperhitunkan dengan benar dan harus dengan bahan-bahan yang bagus dan juga harus dikerjakan dengan orang-orang terbaik. Resiko proyek ini adalah jika ada baut yang ilang atau bahan bahan yang tidak bagus maka jembatan akan rubuh.